Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin sangat mendukung peningkatan profesionalitas wartawan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penyedia informasi bagi masyarakat.
“Kami mendukung peningkatan profesionalitas wartawan apalagi di era sekarang, semua profesi dituntut menjalankan tugas dan tanggung jawab lebih profesional,” ujarnya di Kota Banjarbaru, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan wali kota usai pelantikan pengurus PWI Kota Banjarbaru periode 2022-2025 yang dilakukan langsung Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie di aula Gawi Sabarataan Pemkot Banjarbaru.
Menurut wali kota, bentuk dukungan yang diberikan melalui peningkatan kapasitas dan kualitas wartawan dengan mengalokasikan anggaran pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada 2023.
“Alokasi dana pelaksanaan UKW sudah disiapkan Dinas Komunikasi dan Informatika sehingga tinggal penyelenggaraan yang dilakukan PWI Kalsel bekerja sama dengan Dewan Pers,” ungkapnya.
Diharapkan, melalui uji kompetensi itu semakin banyak wartawan baik di Kalsel, khususnya di Kota Banjarbaru, memiliki kemampuan sesuai bidang dan berkompeten sesuai petunjuk yang disyaratkan Dewan Pers.
“Harapan kami wartawan, khususnya di Kota Banjarbaru, memenuhi syarat baik kompetensi maupun etika yang tentunya sangat diperlukan saat menjalankan tugas menghadapi narasumber,” ungkapnya menekankan.
Ketua PWI Zainal Helmie sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada wali kota yang telah memberikan dukungan penuh agar wartawan menjalankan tugas dan fungsinya lebih profesional.
“Terima kasih wali kota atas semua dukungannya dalam peningkatan profesionalitas wartawan. Sejatinya, wartawan bekerja profesional dan menjunjung tinggi martabat dengan mengedepankan etika,” ucapnya.
Ditekankan, seorang wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik dituntut profesional dan menjaga martabatnya, tetapi yang lebih penting beretika karena cerdas tapi tidak beretika, tidak bermakna.
Ia mengatakan, etika bagi wartawan sangat penting karena mereka akan selalu berhadapan dengan orang atau nara sumber dari berbagai kalangan sehingga diperlukan etika dalam menjalankan tugasnya.
Oleh karena itu, kata Helmie, PWI maupun lembaga lainnya menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang tujuannya selain meningkatkan kualitas juga mengajarkan etika saat menghadapi nara sumber.
“Salah satu materi ujian yakni etika jurnalistik sehingga setiap wartawan diberikan pengetahuan mengenai etika saat menghadapi nara sumber dan itu menjadi penilaian saat yang bersangkutan ikut UKW,” katanya. (Ant)





